Dua Siswi Asal Karanganyar Ciptakan Obat Cacingan dari Biji Pepaya

750x500-dua-siswi-asal-karanganyar-ciptakan-permen-biji-pepaya-170727d

Otonomi.co.id – Dua siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Farmasi Bintang Nusantara di Karanganyar, Jawa Tengah, menciptakan obat cacing dari biji pepaya. Obat herbal untuk penderita cacingan ini diberi nama Candy Papaina.

Berawal dari banyaknya biji pepaya yang berserakan, Upik Angela Pratiwi, 16, warga Jatiyoso dan Rahmawati Agustina, 16, warga Jumantono, berkonsultasi dengan guru pembimbingnya di sekolah. Mereka menanyakan menfaat biji pepaya. Ternyata, biji tersebut bermanfaat sebagai obat cacingan.

Mereka kemudian berupaya untuk menghilangkan rasa pahit bijinya. Setelah melakukan uji coba, akhirnya ditemukan formula yang pas. Mereka menciptakan permen jelly biji pepaya sebagai obat cacingan.

“Sehingga anak-anak pasti mau mengonsumsinya dan tidak berasa pahit, namun berkhasiat untuk obat cacing,” kata Upik dikutip dari beritajateng.net, Jumat 28 Juli 2017.

Ada beberapa tahapan agar biji pepaya itu bisa dikonsumsi sebagai permen. Pertama, buah pepaya dikupas dan diambil bijinya. Biji pepaya kemudian dibersihkan lalu dikeringkan di bawah terik matahari. Biji pepaya harus benar-benar kering agar permennya tidak pahit.

Setelah itu, biji pepaya yang sudah kering kemudian dihaluskan dengan cara diblender. Selanjutnya, biji pepaya yang sudah halus itu dimasukkan benda mirip gelas yang sudah diberi air. Kemudian, biji pepaya diambil sarinya untuk direbus.

Agar dapat dibentuk seperti permen kenyal, kedua siswa itu mencampur sari biji pepaya dengan jelly powder, gula, dan gelatin. Setelah dicampur, rebus sekali lagi dan Candy Papaina siap dicetak. Hasil cetakan didinginkan beberapa menit dan siap dikemas mirip permen pada umumnya.

Upik menambahkan, usaha yang dilakukannya tidak langsung berjalan mulus. Di awal pembuatan, mereka sempat kesulitan dan harus mengulangnya sampai tiga kali.

Salah satu guru pendamping Upik dan Rahmawati, Fitri Solehah, mengatakan permen hasil buatan anak didiknya itu dijual dengan harga Rp500 per sunduk. Sering kali satu buah pepaya berbiji dapat menghasilkan 15 permen.

Satu permen dibuat dari 20 biji pepaya. Permen pepaya ini memiliki masa kedaluwarsa selama satu bulan setelah diproduksi. (poy)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>