Konstruksi Fisik Rampung, PT DKB Luncurkan LST KRI Teluk Kupang 519

IMG-20170121-WA0008

Meski belum diketahui persis kapan akan diserahterimakan kepada TNI AL, namun dipastikan armada Satuan Kapal Amfibi (Satfib) TNI AL bakal bertambah dalam waktu dekat, pasalnya PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) pada hari Selasa lalu (17/1/2016) telah meluncurkan pesanan kedua kapal angkut tank (AT-2) kelas AT-117M KRI Teluk Kupang 519. Peluncuran ini menandakan rampungnya pengerjaan konstruksi LST (Landing Ship Tank) ini, selanjutnya kapal akan melewati tahap instalasi perangkat pendukung, elektronik, persenjataan, dan sea trial.

Setelah semuanya proses dan tahapan selesai, baru kemudian KRI Teluk Kupang 519 akan diserahterimakan ke pihak TNI AL. Sebelum KRI Teluk Kupang 519, PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (PT DKB) telah meluncurkan AT-1, yang juga dari kelas AT-117M, yaitu KRI Kendari 518 yang diluncurkan pada 26 September 2014. Meski sudah diluncurkan lebih dulu, KRI Teluk Kendari 518 baru masuk tahap sea trial dan belum diserahterimakan kepada pihak TNI AL.

Kontak pengadaan kedua kapal perang oleh PT DKB telah dilakukan sejak tahun 2012, dan seharusnya kapal sudah ada yang diserahkan ke pemesan, Kementerian Pertahanan (Kemhan) atau TNI AL. Beberapa sumber menyebut molornya penggarapan pesanan AT-1 dan AT-2 terkait masalah keuangan yang mendera BUMN tersebut.

IMG-20170121-WA0009

Dari aspek desain dan konstruksi, KRI Teluk Kupang 519 dan KRI Teluk Kendari 518 mengacu pada desain yang sama dengan KRI Teluk Bintuni 520 yang sudah melaut. Bedanya KRI Teluk Bintuni 520 produksinya digarap galangan kapal swasta PT Daya Radar Utama. Malah sejatinya desain AT-117M adalah milik PT DKB.

KRI Teluk Bintuni 520 digadang sebagai kapal LST terbesar TNI AL. KRI Teluk Bintuni 520 terdiri dari 7 lantai yang letaknya secara berurutan dimulai dari bawah yakni deck A merupakan ruang untuk tangki dan ruang pasukan. Paling bawah adalah bottom deck yang menjadi ruang khusus mesin kapal dan deck B untuk pasukan. Lalu, deck C untuk kru kapal termasuk tempat tidur dan peralatan keseharian kru kapal. Deck D juga untuk kru kapal dan deck E untuk komandan dan para perwira. Kemudian, deck F untuk ruang komando. Terakhir, deck G alias top deck atau kompas deck digunakan untuk meletakkan dua radar utama.

Total kapal ini bisa membawa 10 unit MBT Leopard 2A4 yang berat tiap tank mencapai 62,5 ton. Sebuah lompatan besar, bila sebelumnya LST TNI AL hanya akrab membawa tank ringan dengan berat per tank hanya belasan ton. Selain itu, KRI Teluk Bintuni bisa membawa 2 unit helikopter, kapal ini memang dibekali dua helipad dengan fasilitas hangar. Dikutip dari situs Saibumi.com, kapal ini punya panjang 120 meter, lebar 18 meter, dengan tinggi 11 meter. Kecepatannya 16 knot dengan main engine 2×3285 KW yang ditenagai dua mesin.

Sementara untuk persenjataan, hanya diproyeksikan untuk self defence. LST AT-117M mengandalkan meriam Bofors kaliber 40/L70 mm yang ditempatkan pada bagian haluan. Kemudian ada kanon PSU kaliber 20 mm, serta dua unit SMB (senapan mesin berat) kaliber 12,7 mm. Dalam operasi tempur, LST harus mendapat kawalan dari Satuan Kapal Eskorta atau Satuan Kapal Cepat. Secara umum KRI Teluk Bintuni sanggup dimuati 113 ABK (anak buah kapal), enam orang kru helikopter, dan pasukan sebanyak 361 orang. (Gilang Perdana)

 

sumber: http://www.indomiliter.com/konstruksi-fisik-rampung-pt-dkb-luncurkan-lst-kri-teluk-kupang-519/

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.