PELAJAR INDONESIA RAIH EMAS LEWAT DETEKTOR GAS

DUA dari lima pelajar Indonesia menyabet medali emas di ajang bergengsi International Exhibition for Young Inventors (IEYI) pada 15-20 Juli di Harbin, Tiongkok. Mereka ialah Feriawan Tan bersama rekannya. Aan Aria Nanda yang merupakan pelajar SMA Negeri 1 Tarakan, Kalimantan Utara.

Keduanya mendapat penghargaan atas hasil karya inovasi berjudul Detector Box CO and C02 atau disingkat D-Box CC. Alat tersebut mampu mendeteksi kadar gas karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (C02) yang berbahaya bagi manusia.

“Kami terinspirasi membuat alat itu dari kejadian kabut asap beberapa waktu lalu, daerah kami termasuk yang kena dampaknya,” kata Feriawan saat ditemui Media Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sepulang dari Tiongkok, kemarin.

Ia menjelaskan alat sederhana berbentuk kotak berukuran 20 cm x 10 cm x 10 cm itu memiliki empat sisi yang terbuat dari talenan. Selain tiga lampu berwarna merah, kuning, dan hijau yang akan menyala sesuai tingkat keamanannya, disertai pula layar LCD untuk menampilkan kadar persentase kedua gas.

Alat ini akan memberi tahu jika ada dua gas berbahaya CO dan C02 dalam ruangan. Lampu merah akan menyala jika kadar CO lebih dari 12,4 ppm dan C02 lebih dari 500 ppm dalam ruangan.

“Peserta dari Jepang juga membuat alat hampir sama, tapi dia hanya berupa sensor yang dipasang di jendela. Jadi kalau bahaya, baru jendelanya terbuka,” terangnya.

Selain medali emas, medali perak juga diraih pelajar asal Indonesia Ryan Timothy Abisha dari Sampoerna Academy Jakarta dengan inovasi tong sampah pintar yang disebut Smart Trash Bin.

Ryan melakukan eksperimen selama dua bulan hingga akhirnya tercipta teknologi yang bisa memilah sampah lewat kemampuan sensor berbahan karbon aktif. Jika dikomersialisasikan, harganya pun hanya sekitar Rp700 ribu.Temuan Ryan ini mendapat Special Award from Japan dan Special Award from Macau.

Special Award lainnya diraih dua pelajar SMKN 2 Cimahi, Asep Muhammady Anwar Salim dan Muchammad Alfarisi, berkat hasil karya berupa mitigasi banjir. “Tujuan dari karya kami untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan deteksi dini kebencanaan lingkungan, khususnya di daerah bencana banjir,” pungkas pelajar binaan kompetisi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tersebut. (Mut/H-2)

Sumber : Media Indonesia, edisi 21 Juli 2016. Hal: 11

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>