5 Pelajar Indonesia Raih Penghargaan di Lomba Penemu Muda Internasional

5a4ae764-146b-4276-b295-496a583b828f_169

 

Jakarta – Para pelajar terbaik negeri ini berhasil dalam kompetisi IEYI (International Exhibition for Young Inventors) atau kompetisi pameran penemu muda internasional. Satu medali emas, satu perak, dan beberapa special award diraih para pelajar ini.

“Ada 6 kategori dalam kompetisi ini, yaitu disaster management, education and recreation, foods and agriculture, green technology, safety and health. Terakhir adalah technology for special needs,” kata Nugraha Ramadhani, tim official dari LIPI di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Rabu (20/7/2016).

Dalam kompetisi ini terdapat 10 negara peserta di dalamnya. Negara tersebut adalah Jepang, Taiwan, China, Singapura, Macau, Hongkong, Indonesia, Malaysia. Akan tetapi Mesir dan Filipina mengundurkan diri.

“Kompetisi inovasi tingkat remaja dan dari Indonesia dipilih dari pemenang 3 besar NIA (National Inventors Awards) yang telah diselenggarakan sebelumnya oleh LIPI. Kalau IEYI itu internasional,” tukas dia.

Dijelaskan Nugraha, alat dalam perlombaan inovasi ini ada yang belum pernah dilombakan dan ada juga alat penambahan terhadap penemuan yang sudah ada.

“Ada invensi dan inovasi. Ada dua level umur dalam perlombaan ini, yaitu di atas 14 tahun dan di bawah 14 tahun,” kata Nugraha.

Pada awal ajang ini diselenggarakan di Jepang pada 2005. Ajang ini dilombakan anak-anak pelajar di Asia dan Eropa dan akhirnya berpusat di Asia.

“Indonesia sudah dua kali menjadi tuan rumah. Sejak awal kompetisi dimulai, Indo berpartisipasi. Ada 3 medali dalam kompetisi ini yaitu emas, perak, dan perunggu. Tiap negara berkesempatan memberi spesial award. Spesial award akan diberikan ke konstestan karena ketertarikan dan kemungkinan dapat diaplikasikan di negaranya,” kata Nugraha.

Peraih medali emas Aan Aria Nanda menceritakan bahwa D-Box CC (detertor box for CO and CO2) merupakan alat sensor yang dapat memperingatkan seseorang mengenai indikasi konsentrasi CO dan CO2 disekitarnya.

“Yang membedakan dengan alat sensor yang lain yaitu alat ini mempunyai 3 fungsi. Pertama sebagai sistem deteksi konsentrasi, kedua sistem indikasi level (baik, sedikit berbahaya, dan berbahaya ada di aturan Kepmen LH),” kata Aan.

Sistem peringatan alarm. Alat ini dapat mengeluarkan suara yang sangat mengganggu dan konstan bila paparan karbon monoksida dan karbon dioksida di udara sekitar alat sudah di atas ambang batas ditentukan.

“Alat ini kecil dan sumberdaya dari baterai. Tanpa meerlukan listrik langsung bisa digunakan. Dilengkapi pula aplikasi menampilkan konsentrasi dalam bentuk angka,” jelas Aan.

Berikut 5 pemenang dari Indonesia dalam ajang IEYI:

Kategori Safety and Health.

1. Aan Aria Nanda, meraih medali emas atas karya inovasi D-Box CC (detector box for CO dan CO2) dalam
2. Feriawan Tan dari SMA N 1 Tarakan, Kalimantan Utara, meraih medali emas atas karya inovasi D-Box CC (detector box for CO dan CO2).

Kategori Green Technology

3. Ryan Timothy Abisha dari sekolah Sampoerna Academy Jakarta, meraih medali Perak Smart atas karyanya yaitu Smart Trash Bin dan meraih 2 special award.

Kategori Mitigation

4. Asep Muhamady Anwar Salim dari SMK 2 N Cimahi, meraih 2 special award dengan karya Flood Mitigation System.
5. Muchammad Alfarisi dari SMK 2 N Cimahi, meraih 2 special award dengan karya Flood Mitigation System.
(rvk/rvk)

 

sumber: http://news.detik.com/berita/3257594/5-pelajar-indonesia-raih-penghargaan-di-lomba-penemu-muda-internasional

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>