Film Animasi “Battle of Surabaya” Sebentar Lagi Mendunia

Film-Battle-of-Surabaya

Cannes — Film animasi Battle of Surabaya laku dijual di pasar film internasional, Murse du film, dalam rangkaian Festival Film Cannes 2016 di kota Cannes, Perancis, pada 11-22 Mei 2016.

“Battle of Surabaya sudah deal dan segera dipasarkan di berbagai negara, seperti di Asia Tenggara, India, Timur Tengah, dan Amerika Latin,” ujar produser dan juga penulis film, M Suyanto, di Cannes, Sabtu (14/5/2016).

Battle of Surabaya menceritakan petualangan Musa, remaja tukang semir sepatu yang menjadi kurir bagi perjuangan arek-arek Surabaya dan Tentara Keamanan Rakyat dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, Jawa Timur.

Suryanto, yang juga Ketua STMIK Amikom Yogyakarta, mengatakan film ini juga akan diputar di gedung bioskop di Malaysia dalam waktu dekat.

Film yang diproduksi oleh STMIK Amikom dan MSV Pictures ini, telah dirilis pada September 2014 dan juga akan diputar di gedung bioskop di Timur Tengah dan Amerika Latin, dengan pemasaran oleh Silver Wolf International.

Selain film itu, ada film animasi Ajisaka. Film yang belum selesai diproduksi oleh STMIK Amikom dan MSV Pictures ini, telah dilirik distributor film terkemuka di dunia, termasuk untuk film animasi The Art of Peace atau yang dikenal dengan Zheng He.






Film-Battle-of-Surabaya-1

Film Battle of Surabaya mencetak beberapa prestasi, antara lain peraih People’s Choice Award pada International Movie Trailer Festival (IMTF) 2013 dan nomine Best Foreign Animation Award pada 15th Annual Golden Trailer Awards 2014.

Battle of Surabaya merupakan film animasi 2D, drama, aksi, dan sejarah Indonesia yang merupakan karya perdana sutradara Aryanto Yuniawan.

Film Battle of Surabaya menampilkan tokoh dan cerita fiktif, tetapi berlatar belakang sejarah perjuangan bangsa Indonesia ketika Perang Surabaya 1945.

Cerita dibuka dengan visualisasi dahsyat dari pengeboman Kota Hiroshima oleh pihak Sekutu yang menandakan menyerahnya Jepang. “Indonesia merdeka, itu yang kudengar di RRI, Jepang menyerah!” ujar Musa.

Namun, langit Surabaya kembali merah dengan peristiwa perobekan bendera Belanda, merah putih biru, menjadi bendera Indonesia, merah putih, serta kedatangan pihak Sekutu yang ditumpangi oleh Belanda. Ada pula gangguan oleh beberapa kelompok pemuda Kipas Hitam, yang dilawan oleh Pemuda Republiken.

Sumber : Kompas.com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>